Rabu, 06 Mei 2015

Keadilan

Pengertian Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.
Keaadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntuk hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
Berbagai Macam Keadilan
  1. Keadilan legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal

  1. Keadilan distributive
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).

  1. Keadilan komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat
Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
Kecurangan
Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada 4 aspek yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban dan aspek teknik. Apabila keempat asepk tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.
Pemulihan nama baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar  namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatn-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.
Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yagn penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

Cinta Kasih

A.    Pengertian cinta kasih
Menurut kamus bahasa indonesia W.J.S Poerwa Darminta.
Cinta adalah rasa sangat suka atau rasa sayang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya.
Sedangkan, kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan.
Maka, pengertian cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta kepada sesorang. Dan, cinta kasih bisa juga diartikan sebagai perasaan suka atau sayang kepada seseorang dan juga disertai dengan menaruh belas kasih.

Cinta bisa dibina secara baik apabila ada 4 unsur, yaitu :
·         Pengasuhan
·         Tanggung jawab
·         Perhatian
·         pengenalan

menurut Dr. Sarlito W. Sarwono juga mengemukakan pendapat bahwa cinta juga memiliki 3 unsur, yaitu :
·         ketertarikan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, ada uang sedikit beli hadiah untuk dia.
·         Keintiman adanya kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi panggilan formal seperti bapak, ibu saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang dan sebagainya.makan sepiring berdua.
·         Kemesraan adalah adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen rindu kalo jauh atau lama tak bertemu, adanya ungkapan ungkapan rasa sayang dan seterusnya.

Berdasarkan “Triangular Theory of Love” disebutkan beberapa bentuk-bentuk (wajah) cinta, yaitu :
1.    Menyukai (liking) atau pertemanan karib (friendship), yang cuma memiliki elemen intimacy. Dalam jenis ini, seseorang merasakan keterikatan, kehangatan, dan kedekatan dengan orang lain tanpa adanya perasaan gairah/nafsu yang menggebu atau komitmen jangka panjang.

2.    Tergila-gila (infatuation) atau pengidolaan (limerence), hanya memiliki elemen passion. Jenis ini disebut juga Infatuated Love, seringkali orang menggambarkannya sebagai “cinta pada pandangan pertama”. Tanpa adanya elemen intimacy dan commitment, cinta jenis ini mudah berlalu.

3.    Cinta hampa (empty love), dengan elemen tunggal commitment di dalamnya. Seringkali cinta yang kuat bisa berubah menjadi empty love, yang tertinggal hanyalah commitment tanpa adanya intimacy dan passion. Cinta jenis ini banyak dijumpai pada kultur masyarakat yang terbiasa dengan perjodohan atau pernikahan yang telah diatur (Era Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih?)

4.    Cinta romantis (romantic love). Cinta jenis ini memiliki ikatan emosi dan fisik yang kuat (intimacy) melalui dorongan passion.

5.    Cinta persahabatan sejati (companionate love). Didapatkan pada hubungan yang telah kehilangan passion tetapi masih memiliki perhatian dan intimacy yang dalam serta commitment. Bentuk cinta seperti ini biasanya terjadi antar sahabat yang berlawanan jenis.

6.    Cinta semu (fatuous love), bercirikan adanya masa pacaran dan pernikahan yang sangat bergelora dan meledak-ledak (digambarkan “seperti angin puyuh”), commitment terjadi terutama karena dilandasi oleh passion, tanpa adanya pengaruh intimacy sebagai penyeimbang.

7.    Cinta sempurna (consummate love), adalah bentuk yang paling lengkap dari cinta. Bentuk cinta ini merupakan jenis hubungan yang paling ideal, banyak orang berjuang untuk mendapatkan, tetapi hanya sedikit yang bisa memperolehnya. Sternberg mengingatkan bahwa memelihara dan mempertahankan cinta jenis ini jauh lebih sulit daripada ketika meraihnya. Sternberg menekankan pentingnya menerjemahkan elemen-elemen cinta ke dalam tindakan (action). “Tanpa ekspresi, bahkan cinta yang paling besar pun bisa mati” kata Sternberg.

Non Love, adalah suatu hubungan yang tidak terdapat satupun dari ketiga unsur tersebut. hanya ada interaksi namun tidak ada gairah, komitmen, ataupun rasa suka.
B.  cinta menurut ajaran agama
·         cinta diri
mencintai segala sesuatu yang baik pada dirinya, dan sebaliknya dia membenci sesuatu yang dapat menghalangi dirinya.
Al-Qur’an telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri ini, kecenderungannya untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi dirinya, dan menghindar dari segala sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammad SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui hal-hal gaib, tentu beliau akan memperbanyak hal-hal yang baik bagi dirinya dan menjauhkan dirinya dari segala keburukan.
·         cinta kepada sesama manusia
agar dapat hidup dengan penuh kesabaran dan keharmonisan dengan sesama manusia, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Pun hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan dan memberi bantuan kepada orang lain.
·         cinta seksual
dorongan cinta seksual yaitu suatu fungsi penting untuk malahirkan keturunan demi kelangsungan jenis, maka dari dorongan cinta seksual tersebut terbentuklah keluarga. Hal tersebut merupakan emosi alamiah dalam diri manusia yang tidak diingkari, tidak ditentang ataupun ditekannya. Namun, dalam ajaran agama islam pengendalian dan penguasaan cinta ini dengan cara yang sah yaitu, dengan perkawinan.
·         cinta kepada allah

Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentu seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.

C.  Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia terhadap tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk ibadah. Kecintaan manusia kepada tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini karena pemujaan kepada tuhan adalah inti, makna kehidupan yang sebenarnya, sebabnya tuhan lah yang menciptakan alam semesta.
Pemujaan manusia sebenarnya ingin berkomunikasi dengan tuhannya. Manusia memhon ampunn perlindungan dll kepada tuhannya.
D.  Kasih sayang
Menurut kamus umum bahasa indonesia W.J.S Purwodarmito kasih sayang diartikan dengan perasaan sayang atau cinta kepada seseorang. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Kasih sayang ada dua bentuk yaitu, kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang, Kasih sayang juga dasar komunikasi dari keluarga.
Kata kasih dan sayang itu mengandung pengertian yang sangat luas. Dan yang pasti setiap insan manusia perlu tahu dan mengerti apa makna kasih sayang yang sebenarnya, sekaligus memilikinya di dalam sanubari. Seseorang akan terlanda kekeringan jiwa jika hidup tanpa memiliki kasih maupun sayang. Apapun yang terjadi, pasti dia akan selalu ingin cintai sekaligus mencintai orang lain. Dari pertama kali lahir di dunia sampai ajal menjemput.

Yang dimaksud dengan kasih dan sayang di sini bukan sekadar hubungan cinta atau asmara antara seorang laki-laki dan perempuan saja. Namun lebih bersifat universal. Sehingga hal ini bisa terjadi terhadap sahabat, saudara, keluarga dan lain-lain. Dan yang perlu ditekankan adalah, bahwa kasih dan sayang yang tulus itu selalu punya sifat yang ikhlas dan lebih banyak memberi daripada menerima. Kepentingan diri sendiri sering dinomor duakan demi memberi kebahagiaan pada orang yang dikasih dan disayanginya.


E.  Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab.kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.

Manusia

A.  Manusia
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tidak  bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
            Namun siapakah manusia itu sebenarnya? Manusia di dunia ini memegang peranan yang unik dan dapat di pandang dalam beberapa segi. Misalnya, manusia di pandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan system (ilmu kimia). Manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan mamalia (ilmu biologi). Manusia sebagai makhluk social yang tidak dapat berdiri sendiri (ilmu sosiologi) dan lain sebagainya.
            Dari beberapa definisi di atas, tentu membuat kita sulit untuk menjawab pertanyaan tentang manusia, oleh karena itu kita akan menerangkan siapa itu manusia berdasarkan unsur-unsur yang membangunnya. Ada dua macam pandangan yang akan menjadi acuan untuk menjelaskan unsur-unsur yang membangun manusia.
1.    Manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu:
v  Jasad : badan kasar manusia yang dapat kita lihat, raba bahkan di foto dan menempati ruang dan waktu.
v  Hayat : mengandung unsur hidup, yang di tandai dengan gerak.
v  Ruh : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
v  Nafs : dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran akan diri sendiri.( Asy’arie, 1992 hal: 62-84).
2.    Manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung tiga unsur, yaitu:
v  Id, merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak tampak. Id merupakan energi psikis yang irrasional dan terkait dengan sex yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconcius). Id diatur oleh kesenangan yang harus di penuhi,baik secara langsung melalui pengalaman seksual atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan.
v  Ego, sering disebut “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan kepuasan Id dengan saluran sosial agar dapat di terima oleh masyarakat. Ego diatur oleh prinsip realitas dan mulai berkembang pada anak antara usia satu dan dua tahun.
v  Super ego, merupakan struktur kepribadian terakhir yang muncul kira-kira pada usia lima tahun. Super ego menunjukan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan kontrol diri melalui sistem imbalan dan hukuman terinternalisasi. (freud, dalam Brennan, 1991; hal 205-206).
B. Hakekat  Manusia
Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk hidup yang paling sempurna, melebihi ciptaan Tuhan yang lain. Manusia terdiri dari jiwa dan raga yang dilengkapi dengan akal pikiran serta hawa nafsu. Tuhan menanamkan akal dan pikiran kepada manusia agar dapat digunakan untuk kebaikan mereka masing – masing dan untuk orang di sekitar mereka. Manusia diberikan hawa nafsu agar mampu tetap hidup di bumi ini. Salah satu hakekat manusia lainnya ialah manusia sebagai makhluk sosial, hidup berdampingan satu sama lain, berinteraksi dan saling berbagi.
C. Kepribadian  Bangsa  Timur

Manusia mendiami wilayah yang berbeda dan berada di lingkungan yang berbeda pula. Hal ini membuat kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan dan kepribadian setiap manusia suatu wilayah berbeda dengan yang lainnya. Namun secara garis besar terdapat tiga pembagian wilayah, yaitu : Barat, Timur Tengah, dan Timur.
Kita di Indonesia termasuk ke dalam bangsa Timur, yang dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Bangsa Timur dikenal dunia sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Orang–orang dari wilayah lain sangat suka dengan kepribadian bangsa Timur yang tidak individualistis dan saling tolong menolong satu sama lain. Meskipun begitu, kebanyakan bangsa Timur masih tertinggal oleh bangsa Barat dan Timur Tengah.
Dalam ilmu psikologi yang notabanenya berasal dari Barat, banyak mengembangkan konsep-konsep dan teori mengenai aneka warna isi jiwa, serta metode dan alat untuk menganalisis dan mengukur secara detail tentang variasi jiwa individu. Tetapi, tidak terlepas dari itu semua, konsep-konsep tersebut masih kurang mengembangkan suatu konsep yang berkaitan dengan jiwa individu dan lingkungan sosial budaya.
Oleh karena itu, Francis L.K Hsu seorang sarjana Amerika keturunan Cina, mengembangkan suatu konsepsi tentang jiwa manusia sebagai makhluk sosial budaya, yang ia sebut sebagai Bagan Psiko-Sosiogram Manusia atau delapan daerah seperti lingkaran konsentris sekitar diri pribadi.
Keterangan:
Nomor 7 dan 6 disebut sebagai daerah tak sadar dan sub sadar. Tak sadar karena memang sudah tertanam jauh di dalam diri manusia dan tak mampu disadari bahkan oleh manusia itu sendiri. Sub sadar karena sewaktu–waktu unsur–unsur yang sudah tertanam bisa meledak keluar lagi dan mengganggu kebiasaan sehari–hari.
Nomor 5 disebut kesadaran yang tidak dinyatakan. Maksudnya pikiran – pikiran dan gagasan yang ada disimpan sendiri oleh manusia tersebut dan tidak ada seorang lain pun yang dapat mengetahuinya. Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan. kebalikan dari nomor 5, ini berarti manusia mengungkapkan kepada orang lain apa yang ada di pikirannya seperti perasaan, pengetahuan dan sebagainya.
Nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib. Di sini manusia memiliki seseorang atau sesuatu yang dianggap bisa menjadi curahan hati dan tempat untuk meminta bantuan. Tidak selalu manusia yang lain juga melainkan benda, atau makhluk hidup lain pun bisa berada pada lingkaran ini. Nomor 2 disebut lingkaran hubungan berguna. Bisa dianalogikan hubungan antara murid dengan guru, pedagang dan pembeli.
Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jauh yang berarti pikiran dan gagasan manusia tentang berbagai macam hal. Nomor 0 disebut lingkungan dunia luar yang berarti tentang pendapat dan pikiran seseorang tentang dunia atau daerah yang belum pernah dikunjungi atau dijumpai.
D.  Definisi  Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistic.
Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.
E.  Unsur  Kebudayaan
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuatan politik. Sedangkan Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi sistem norma,organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga petugas pendidikan dan organisasi kekuatan.
C. Kluckhohn di dalam karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu:
a.    Sistem Religi
Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.
b.    Sistem Organisasi Kemasyarakatan
Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing – masing antar individu sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.
c.    Sistem Pengetahuan
Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu disampaikan agar yang lain juga mengerti.
d.    Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem Ekonomi
Terlahir karena manusia memiliki hawa nafsu dan keinginan yang tidak terbatas dan selalu ingin lebih.
e.    Sistem Teknologi dan Peralatan
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengam makhluk hidup yang lain.
f.     Bahasa
Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bahkan sudah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal seperti bahasa Inggris.
g.    Kesenian
Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan.

F.  Wujud  dan  Komponen  Kebudayaan

Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga:
  • Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia
Kebudayaan yang muncul dan hidup karena adanya gagasan – gagasan baru, konsep yang matang serta buah dari pikiran yang kreatif. Wujudnya dapat ditemukan dalam sebuah buku – buku, arsip dan sebagainya.
  • Kompleks aktivitas
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
  • Wujud sebagai benda
Aktivitas manusia sehari – hari umumnya dilakukan dengan menggunakan benda sebagai sarana dan prasarana. Dari situ lahir kebudayaan dalam bentuk fisik yang konkret, bisa bergerak maupun tidak.
G. Manusia  Indonesia  dan  Kebudayaan
Manusia Indonesia dalam hal kebudayaan saat ini mengalami berbagai rintangan dan halangan untuk menerima serbuan kebudayaan asing yang masuk lewat Globalisasi (perluasan cara-cara sosial melalui antar benua). Dalam hal ini teknlogi informasi dan komunikasi yang masuk ke Indonedia turut merobah cara kebudayaan Indonesia tersebut, baik itu kebudayaan nasional maupun kebudayaan murni yang ada di setiap daerah di Indonesia. Dalam hal ini sering terlihat ketidakmampuan manusia di Indonesia untuk beradaptasi dengan baik terhadap kebudayaan asing sehingga melahirkan perilaku yang cenderung ke Barat-baratan (westernisasi), yang menyebabkan terkendala dalam memajukan kebudayaannya sendiri.

Manusia dan Pandangan hidup

Orang Sukses

Siapakah Orang Yang Sukses ?

Oleh: Fadhilatusy Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin
Al-'Abbad Al-Badr hafidhahullah

Terjadi pembicaraan disebagian majelis manusia tentang kesuksesan, tentang orang-orang sukses, tentang sebab-sebab sukses, siapakah orang yang sukses, dan siapakah sang pemenang. Sebuah kata yang selalu diulang-ulang disebagian majelis dan terbatas pemahaman tentang kesuksesan beserta makna-maknanya dalam pemahaman sebagian manusia hanya berkisar pada kesenangan-kesenangan yang pasti akan hilang dan perkara-perkara yang fana.

Disana terdapat pembicaraan tentang kesuksesan dalam persaingan bisnis, dalam perlombaan olahraga, dalam muamalah-muamalah yang diharamkan seperti perjudian dan yang lainnya. Bermacam–macam pembicaraan tentang kesuksesan, apa itu kesuksesan, hakikatnya, bidang-bidangnya dan sebab-sebabnya.

Hilang dari pikiran kebanyakan manusia kesuksesan besar yaitu ketika berjumpa dengan Rabb semesta alam, kesuksesan dengan mendapat ridha Allah, selamat dari Azab-Nya, dan masuk kedalam surga-Nya. Hilangnya makna seperti ini dari kebanyakan pikiran manusia yang bergelimang dalam kesenangan-kesenangan dunia beserta kelezatan-kelezatannya dan syahwat-syahwatnya.
“Dan tiadalah kehidupan dunia Ini melainkan senda gurau dan main-main. dan Sesungguhnya akhirat Itulah yang Sebenarnya kehidupan, kalau mereka Mengetahui”. (Al 'Ankabuut:64)

Wajib atas setiap muslim untuk terus-menerus mengingat kesuksesan terbesar, kemenangan agung dan keberuntungan yang nyata pada hari ketika berjumpa Allah Tabaaraka wa Ta’ala.

Renungkanlah bersama aku -wahai orang yang beriman- dalam kesempatan ini dengan mengingat dan memikirkan tentang kesuksesan agung beserta hakekatnya.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan".( Ali 'Imran:185).
Di sinilah kedudukan orang-orang yang sukses lagi beruntung yaitu orang-orang yang Allah berikan nikmat atas mereka berupa kesuksesan hakiki yang agung.

Sesungguhnya kesuksesan itu adalah selamat dari yang ditakuti dan mendapatkan yang diharapkan.
Dan keduanya ini terkumpul dalam diri orang-orang beriman yang menjadi ahli surga. Allah Tabaaraka wa Ta’ala menyelamatkan mereka dari neraka dan memberikan nikmat atas mereka dengan masuk ke dalam surga dan ini adalah hakikat kesuksesan.

Apa yang ditakuti lebih besar dari api neraka?
Apa yang diinginkan lebih besar dari surga?

Untuk inilah sepatutnya masing-masing dari kita selalu mengingat keadaan yang agung ini dan kita semua pasti akan menuju kepadanya.

Telah disebutkan di Sahih Muslim dari hadist Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu bahwasanya Nabi Muhammmad Shalallahu ’Alaihi wa Sallam Bersabda: “Kemudian dipasang jembatan diatas neraka jahanam dan dibolehkan syafaat dan merekapun berdoa: ya Allah selamatkan –selamatkanlah. Ada yang bertanya wahai Rasulullah apakah jembatan itu? beliau menjawab : Tempat yang licin yang menjadikan telapak kaki tergelincir dan tidak bisa menetap, disana ada alat pengait (semacam gancu/jangkar) dan duri kuat yang terbuat dari besi, di negeri Najd ada yang seperti itu didalamnya ada durinya dikenal dengan sebutan As-sa’dan. Lalu lewatlah orang-orang yang beriman seperti kedipan mata dan seperti kilat dan seperti tiupan angin dan seperti burung dan seperti kuda pacu dan seperti jalannya onta. Maka ada orang yang selamat dan ada yang terkena sayatan kulitnya namun setelah itu dia juga selamat dan ada pula yang terkena kaitan itu lalu dilempar sehingga jatuh ke dalam neraka jahanam”.

Renungkan keadaan ini dan kamu pasti menuju kepadanya sedang manusia diatas jembatan ini terbagi menjadi 3 kelompok yang telah ditentukan oleh Rasulullah Shalallahu ’Alaihi wa Sallam.

Renungkan ketiga kelompok ini; dan renungkanlah lewatnya manusia di atas jembatan yang diletakkan di atas neraka jahanam, bayangkan keadaanmu ketika kamu berada diatas jembatan ini yang disebutkan didalam sebagian hadist bahwa ia lebih lembut dari rambut, dan kamu telah meletakkan telapak kakimu diatasnya sedang dihadapanmu dan dibelakangmu ada manusia yang selamat dan adapula yang terkena sayatan tapi selamat dan adapula yang terkena kaitan lalu masuk kedalam neraka jahanam.

Orang yang selamat diantara mereka berbeda-beda dalam kecepatan ketika melewatinnya, diantara mereka ada yang lewat seperti kilat dan seperti hembusan angin dan seperti kuda pacu, tergantung perbedaan mereka dalam ketaatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dalam kehidupan ini. Maka pikirkanlah tentang kedaanmu ketika kamu termasuk diantara mereka dan kamu pasti menuju kepada kedudukan ini.
"Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut". (Maryam: 71-72)
Apakah kamu termasuk mereka yang sukses lagi beruntung ataukah kamu bukan termasuk golongan mereka .

Apabila kamu bertanya wahai orang yang beriman, apa sifat orang-orang yang sukses itu? dan apa amalan-amalan mereka yang menjadikan mereka bisa meraih kesuksesan agung ini?

Kamu akan mendapati jawabannya didalam kitab Allah ‘Azza wa Jalla bahkan kamu akan mendapatinya dalam satu ayat Al-Quran yang terkumpul untukmu sebab-sebab kesuksesan dan keberuntungan, Allah Ta’ala berfirman:
"Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, Maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan".(An-Nuur:52)

Sesugguhnya ada 4 sifat yang apabila terkumpul dalam diri seorang hamba pasti dia termasuk menjadi orang-orang yang sukses:
1. Taat kepada Allah.
2. Taat kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam.
3. Takut kepada Allah dan berhenti dihadapanNya Subhanahu wa ta'ala.
4. Bertakwa kepada Allah Jalla wa ‘Alaa dengan meninggalkan berbagai kemaksiatan dan dosa.
Barang siapa yang mempunyai sifat seperti ini dan keadaannya seperti ini sesungguhnya dia menjadi termasuk orang-orang yang sukses.

Kemudian ingatlah keadaan orang-orang yang sukses itu, apa yang mereka dapatkan setelah mereka selamat dari api neraka, terbebas dari azabnya dan selamat dari masuk kedalamnya? dan apa yang Allah sediakan untuk mereka yang sukses itu?
Allah berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,  Dan gadis-gadis remaja yang sebaya,  Dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta.  Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak" .(An-Naba:31-36)

Aduhai betapa agung keadaan itu dan betapa indah tempat kembali itu, Allah Azza wa Jalla membebaskan mereka dan menyelamatkan mereka dari api neraka sehingga mereka bisa melewati Shirat ( jembatan) dan mereka masuk kedalam surga dan mereka meraih kenikmatan yang terus menerus. Renungkan dalam kedudukan ini ketika ahli surga masuk kedalam surga melalui pintunya dengan kesuksesan terbesar dan mendapatkan keuntungan paling agung:
" (yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (Dikatakan kepada meraka): "Pada hari Ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar". (Al-Hadid:12)

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; Itulah keberuntungan yang besar". (Al-Buruj:11)

Apakah ada kesuksesan yang dicari yang lebih besar dari ini?!.
Sungguh ini adalah puncak dari semua puncak dan akhir dari semua akhir, yaitu mereka telah sukses mendapatkan keridhaan Rabb penguasa bumi dan langit, mereka bahagia dekat dengan Allah Subhanahu, merasakan kelezatan bermunajat, dan mereka mendapat nikmat berupa memandang wajah Allah yang maha mulia  dan ini adalah nikmat paling agung dan kelezatan yang paling sempurna.

Maka pikirkanlah tentang keadaanmu dan tempat kembalimu pada kedudukan yang agung ini, dan renungkanlah makna-makna ini dan jangan sampai membuatmu tersibukkan -wahai orang yang semoga Alah membimbingmu- kesenangan-kesenangan dunia daripada kesuksesan yang nyata ini.

Wajib atas mukmin untuk terus-menerus dan selamanya sepanjang hari-harinya dan malam-malamnya selalu mengingat kedudukan yang agung ini dengan melakukan sebab-sebab yang bisa menyelamatkan dari murka Allah dan Azab-Nya serta melakukan sebab-sebab yang menjadikan kesuksesannya dengan mendapatkan  surga Allah dan kenikmatannya:
 “Sesungguhnya Ini benar-benar kemenangan yang besar. Untuk kemenangan serupa Ini hendaklah berusaha orang-orang yang beramal".(As-Shaafaat:60-61).

Berkata As-Syaikh As-Sa’di Rahimahullahu tentang tafsir ayat ini: “Maka ini adalah yang paling layak untuk dipersembahkan apapun yang paling berharga demi meraihnya dan yang paling patut untuk bersungguh-sungguh orang yang mengenal Allah lagi cerdas demi mendapatkannya. Dan penyesalan yang sebenar-benarnya penyesalan adalah terlewatnya sedikit waktu dalam keadan tidak menyibukan diri  dengan beramal amalan yang bisa mendekatkan kepada tempat ini (surga), maka bagaimana pula jika dia berjalan dengan kesalahan-kesalahannya menuju ke lembah kebinasaan?!".

Dan aku memohon kepada Allah denga nama-nama-Nya yang Maha Indah dan sifat-sifat yang Maha Tinggi agar menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang sukses sebenarnya, yang selamat sejujurnya dan supaya dia memberi taufik kepada kita untuk taat kepada-Nya dan agar mendapatkan ridha-Nya dan menunjukan kami kepada jalan yang lurus, sesungguhnya Rabbku adalah Maha Mendengar doa, Dia layak untuk diharapkan, Dia adalah yang memberikan kecukupan kepada kita dan Dia sebaik-baiknya yang diserahi urusan.

Keterangan:
Fadhilatusy Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-'Abbad Al-Badr hafidhahullah adalah  Dosen Ilmu Aqidah Program Pasca Sarjana Universitas Islam Madinah dan Pengajar Tetap di Masjid Nabawi Madinah An-Nabawiyyah KSA.
Materi ini berasal dari salah satu khotbah beliau yang terdapat di website resmi beliau

Beliau bercerita kepada kami bahwa yang menjadikan beliau tertarik mengangkat topik ini adalah karena saat itu kebanyakan manusia sedang disibukkan oleh piala dunia sepak bola sehingga mereka selalu berbicara tentang bola dan tentang juaranya.

Beliau mengamanahkan kepada kami [Abdullah Sholeh Hadrami] untuk menerjemahkan materi ini karena rencananya akan beliau sampaikan pada waktu Pengajian Umum 18/02/2012 di Masjid An-Nur Jagalan Malang, akan tetapi karena keterbatasan waktu beliau hanya sempat menyampaikan materi 'Saling Berpesan Untuk Berkasih Sayang'. [QS 90 Al-Balad Ayat 17].
Terima kasih kepada ikhwah yang telah membantu pengetikannya, jazakumulloh khoir.
Semoga Bermanfaat. [Abdullah Sholeh Hadrami].

YAH

YAH
Oleh Ratih Anjelia Ningrum

Disetiap tetes keringatmu
Di derai lelah nafas mu
Si penuhi kasih sayang yang luar biasa
Demi aku kau rela si sengat matahari
Hujan pun tak dapat membatasi mu
untuk aku anakmu...
Si setiap doamu kau haturkan segenap harapan

Ayah...
kan ku jaga setiap nasehatmu
Di setiapnafas ku
Di relung hati akan ku hangatkan nmamu
Akan ku kobarkan semua impianmu
Hanya untuk menikmati senyumu
Di ufuk senjamu
Ayah

Cerpen

Cerpen Karangan: Nurbuana
Lolos moderasi pada: 2 April 2015


Waktu itu, aku dan teman-temanku pergi ke suatu tempat yang sangat indah, tempat yang jarang orang mengetahuinya. Tempat yang masih asri, pinggir-pinggir jalannya dipenuhi oleh pepohonan yang besar. Sehingga saat berjalan terasa sangat teduh dan rindang.
Sekitar setengah jam perjalanan, tiba-tiba hujan besar turun mengguyur seluruh tubuh kami. Tidak seperti orang lainnya yang mencari tempat untuk berteduh, tapi kami malah main hujan, saling kejar-kejaran di tengah derasnya hujan. Saat aku berlari di kejar sama Ratna salah satu temanku yang paling jail, tiba-tiba aku menabrak orang dari belakang, orang yang buru-buru mencari tempat untuk berteduh. Seorang pemuda yang berparas rupawan, seorang pemuda yang tidak asing bagiku, seorang pemuda yang aku kagumi sedari aku masih SD. Angga, ya namanya Angga, yang orangnya pintar, rajin ke masjid, rapi, perfect untukku. (mmmm, gue malu ngakuinnya. Tapi inilah yang sebenarnya).
“dasar anak kecil!!!” suaranya menyentak mebuatku kaget setengah mati. (ternyata hatinya tidak seindah rupawan wajahnya. Galak!!!).
“eh kocet. Malah bengong!!! Minta maaf kek, sujud-sujud kek, apa kek?!!!” suaranya makin keras membentakku. Tapi aku tidak mempedulikannya, aku berlari meninggalkannya tanpa sepatah dua patah kata. Dia melotot, dan kelihatan sangat marah.
“dasar anak kecil!!! Udah salah, malah kabur lagi!!! Awas kalo aku liat muka kamu lagi!!!” teriaknya kepadaku. Syukurnya saat itu sedang hujan besar, jadi tidak ada orang yang tau kalau aku menangis gara-gara pangeran galak itu. (iiihhh, dasar pangeran galak. Beda banget sama wajahnya yang tampan, tampan beud (banget) malahan. Tapi hatinya kalah-kalah raksasa yang sering aku tonton di TV. Nyebeliiin). Dalam lamun dan tangisku, teman-temanku datang menghampiriku. Mereka tidak tau kalau aku sedang menangis, mereka hanya menanyakan pangeran galak itu. (lu kira gue neneknya apa?).
Disela-sela percakapan kami, tiba-tiba
“eeehhh, koceeettt… sini kamu” kata si pangeran galak sambil menarik-narik tanganku. Aku berusaha melepas jeratannya dari tanganku, tapi jeratannya semakin keras dan keras.
“waaahhh, si Anha. Asyik banget idupnya ditarik-tarik sama cowok setampan itu” kata Nurma temanku. “pengeeen” kata Yanti temanku juga.
“lu kira lu doang pada mau, gue juga kali” saut si Ratna.
Pangeran galak mengabaikan kata teman-temanku yang mengagumi ketampanannya. Aku lihat sepertinya itu sudah biasa baginya. Dia membawaku pergi dengan cara yang sangat tidak terhormat, menyeretku seperti ayam yang sudah dipenggal kepalanya, menarikku seperti kambing yang takut kena air.
Seperti drama-drama yang sering aku tonton, aku menarik-narik tanganku dan bilang “lepaskan. Lepaskan aku”. (gilaaa, gue kayak main film rhoma irama aja yang istrinya diseret penjahat terus bilang “lepaskan. Lepaskan aku” rhoma irama datang deh nyelametin istrinya. Tapi gue berharap gak diselametin siapa-siapa, biar lebih lama sama si pangeran. Hmmm, meskipun galak dan nyebelin).
Dari kejauhan aku melihat teman-temanku mengejar kami, sambil teriak-teriak memanggilku. Ternyata baru aku sadari kalau teman-temanku sayang sama aku. Pangeran galak berhenti dan membalikkan badannya dan menunggu mereka datang.
Sesampainya “Nha lu fotoin kami bareng ama si tampan itu ya?” (acriiit, gue kira mereka mau nyelametin gue, tau-taunya Cuma minta tolong gue jadi fotograper mereka buat fotoin mereka sama pangeran galak. Udah gue puji-puji mereka. Dasar)
“hey, ayo Nha. Malah bengong lu” kata si Ratna. (wani piro lu pada?), sambil kesel aku fotoin mereka dengan asal-asalan tanpa aku perhatikan hasilnya bagus atau tidak, entah itu yang kena muka atau kakinya ataupun apalah itu. Selesai fotoin mereka, aku kasih mereka kameranya dan aku baru ingat kalau aku sedang ada dalam tawanan si pangeran galak, lalu aku berlari meninggalkan mereka, niat di hati untuk kabur dari si pangeran galak. Kemudian pangeran galak mengejarku, aku berlari dan terus berlari di tengah derasnya hujan. Sesekali aku menoleh ke belakang, dia masih tetap mengejarku. (asyiiikkk, kejar kejaran sama pangeran ganteng tapi galak di tengah derasnya hujan. Sumpah ya, ini kayak film india tum hi ho aja)
Setelah berlari jauh aku menoleh ke belakang lagi, bayangan yang mengejar-ngejarku sudah tidak ada. Aku mengelus dada dan membaringkan badanku di atas tanah sambil menutup mata.
“kamu capek cet?”
“haaaaahhh!!!” teriakku terkejut. Si pangeran galak sudah berbaring di sampingku, sambil menutup matanya pula dan menggenggam erat tanganku. Aku menarik-narik tanganku, tapi genggamannya semakin erat. Jantungku tidak bersahabat saat itu, berdebar kencang.
“apaan siiih?!!! Lepasin gak? Kalo gak akuuu…”
“aku apa? Mau teriak? Teriak aja, gak ada orang yang bakalan denger” katanya memotong pembicaraanku.
“aku akan lepasin kamu dengan satu syarat” katanya lagi.
Aku hanya menatapnya, berharap dia melanjutkan pembicaraannya, memberitahuku syarat apa yang dia inginkan. Kemudian dia membuka matanya, membalas tatapanku. (gilaaa, tatapannya bikin gue salting. Tatapannya beda banget kali ini. PD kedik)
“kamu harus jadi kekasihku”
“apaaa? Gila. Gila. Tidak. Tidak. Lu kira gue kayak cewek yang lain yang inginkan lu. Haaahh? Ogah gue” saut dengan berat hati, yang sebenaranya sih mau, tapi jual mahal lah.
“ya udah kalo gak mau” jawabnya dengan santai. (resek, gueh gak dipaksa lagi. Nyesel gue bilang gak tadi). “ya udah” jawabku.
“lepasin dong ni tanganku” kataku.
“enak aja. Syaratnya tidak kamu penuhi cet, gimana bisa aku lepasin. Ya kamu harus terima kalo aku gak bakalan lepasin genggaman tanganku” jawabnya. (asyiiik. Ada harapan ni).
“hmmmmm…” aku menghela nafas.
“hmmm apa? Udah deh kamu ndak usah jual mahal, aku tau kamu suka sama aku dari dulu kan? Aku punya bukti” katanya lagi.
Aku hanya diam, takut buktinya itu akan membuatku sangat malu. Aku bertanya-tanya dalam hati bukti apa yang dia miliki, karena selama ini aku hanya mengaguminya melalui tatapan aja tidak ada hal lain seperti aku menyimpan fotonya atau… (astaga, gue baru ingat kalo dulu pas gue masih kelas 3 SD gue nulis Angga + Anha di lembaran. Tapi gara gara gue kesel ngeliat dia jalan sama seorang cewek seusia dia yang saat itu dia kelas 1 SMP, jadi gueh buang deh lembaran itu di belakang dia berdiri sama tu cewek. Jangan-jangaaan…)
“nih” dia menyodorkan sebuah lembaran berbentuk love yang bersih, rapi, dan dihiasi oleh pita biru. (gilaaa, apaan nih? Hadiah?). aku mebukanya dengan perlahan. Buset dah, ternyata apa yang ada dalam fikiranku kini nyata di hadapanku. Aku menutup muka dengan tanganku, ingin rasanya aku menangis karena merasa sangat malu.
Genggaman tangannya masih belum dia lepaskan. Dia membuka tutupan wajahku, dia menatapku terasa dengan tatapan yang penuh dengan cinta, terlihat dari binar bening bola matanya.
“seharusnya dulu kamu nanya dulu siapa wanita itu, baru kamu buang lembaran ini kalo kamu dah tau jawabannya. Tapi aku yakin kalo kamu tau wanita itu keponakanku kamu gak akan membuang lembaran ini” katanya yang sedikit menenangkanku. (disamber petir kali ni orang, kok tiba-tiba jadi baik gini. Tadi aja galak banget)
“kamu tau? Aku memperhatikan kamu sejak kamu masih TK…”
“haaahhh?” kataku terkejut.
“biasa aja kali, gak usah lebay” jawabnya.
Dia semakin meyakinkanku bahwa dia mengagumiku sejak aku masih TK. (abooo, anak-anak banget seleranya). Dia lagi dan lagi memintaku untuk menjadi kekasihnya. Karena aku juga suka sama dia, jadi… aku mau deehhh
“heeeh… malah melamun lagi ni anak kecil” suaranya mengejutkanku.
“haaahhh” kataku terkejut. (apeeesss, ternyata tadi gue cuman ngayal doang to. Huuuhhh. www . ngarep . com nih gueh
“hah heh. Hah heh aja lu dari tadi. Ayo minta maaf lu. Udah salah mau coba-coba kabur lagi” kata si pangeran galak yang baru aja gue khayahlin.
“ya udah deh ya, gue minta maaf” kataku. Ngayalku terlalu jauh. Lalu aku berlalu dari si pangeran galak itu. Aku dan teman-temanku pulang deh, pulang dengan hati yang hampa, tidak mendapatkan apa-apa. Hanya mendapatkan bayangan pangeran doang.
Cerpen Karangan: Nurbuana